learning to be a learner

Wah selamat ya buat adik-adik yang sudah lulus dan telah melalui proses selama 3 tahun di senior high school. Masa itu adalah masa yang paling menarik, aku sendiri merasakannya. Masa dimana kita bertemu teman, sahabat, bahkan pacar. Saat yang nantinya pasti kita akan rindukan atau terkadang kita berkhayal untuk kembali ke masa itu. Tapi di depan masih ada jalan panjang terbentang. Pintu baru yang sebentar lagi akan kalian masuki. Yap bener..masa kuliah. Masa ini ngga kalah seru dengan masa SMA. Akan ada banyak sekali tantangan dan dinamika yang bergejolak dan kamu akan rasakan sendiri banyak pelajaran berharga (kalau mau belajar). Ngomong-ngomong soal belajar, apa sih makna belajar menurut kamu? Mungkin ada banyak orang yang bilang kalau belajar sama dengan mengetahui sesuatu yang baru atau bahkan yang lebih sadis, belajar itu ya sama aja kaya sekolah. Jadi anak yang pintar dan belajar adalah anak yang dapat nilai bagus di sekolahnya. Hmmmm…is that wrong? Menurutku ngga juga. Belajar menurutku itu bagaimana perilaku seseorang berubah jadi lebih baik dan hasil dari belajar ngga semata bisa diukur dengan angka. Angka yang didapat dari sekolah hanya simbol dan diberikan untuk mempermudah dalam membaca. Tapi banyak orang yang hanya menelan mentah-mentah simbol tersebut tanpa mencari tau lebih dalam. Anak dengan nilai 5 misalnya langsung di cap sebagai anak malas yang ngga belajar. Padahal banyak faktor yang menyebabkan nilai itu.

Awalnya aku sangat terobsesi dengan angka, semuanya harus perfect. Aku selalu masuk dan jarang absen untuk pelajaran atau mata kuliah penting. Semua tugas aku kerjakan dengan sungguh-sungguh dan aku belajar mati-matian saat ada ujian. Aku menelan mentah-mentah semua proses belajarku. Aku tidak memaknai belajar itu sendiri. Hasilnya yaa nilaiku keluar dan semua sesuai harapan. Ada suatu ketika nilaiku turun dan aku sangat sedih, aku menilai diriku tidak belajar dan hanya main-main dengan kegiatan diluar akademik. Aku berusaha lagi. Benar saja nilaiku naik, tapi sejak saat itu waktuku dengan teman baikku lenyap, aku paling tidak tau informasi apa yang sedang hangat, aku tidak bisa mengontrol emosiku, lebih banyak di kamar mengerjakan tugas-tugas tanpa mau berbagi dengan yang lain. Ya aku belajar…tapi maknanya hanya sebatas NILAI. Setalah semua nilaiku keluar aku berpikir. Untuk apa nilai-nilai ini. Apa esensinya buatku? Akankah aku bawa kemana-mana kertas lembaran ini? mungkin jika aku melamar kerja, kertas ini hanya akan berhenti di meja administrasi. Apa yang harus aku tunjukkan untuk mempertanggung jawabkan semua tulisan yang tercetak di kertas ini? aku pun berpikir dengan keras. Kertas dan tulisan di dalamnya sangat penting, tapi jauh lebih penting maknanya. Buat apa punya nilai tinggi, selalu masuk kelas, lulus lebih awal, atau punya jabatan penting tapi tau makna belajar dan tidak bermanfaat untuk orang disekitarnya? Belajar bukan semata untuk nilai. Bagaimana ilmu itu dimanfaatkan lebih penting, tentang bagaimana kita menyesuaikan diri, membantu orang lain, dan membermanfaatkan diri. Nilai dan waktu adalah konsekuensi. belajar mungkin akan menghabiskan waktu tapi impactnya yang harus diresapi. Bukan hanya teori. Setiap waktu adalah proses belajar. Upaya untuk jadi diri lebih baik dan percaya diri adalah hasil yang paling memuaskan dibanding sekedar simbol nilai. Manfaatkan segala daya, upaya, dan waktu untuk belajar dari sekelilingmu. ┬áKarena disitulah wahana terbesar untukmu belajar.

A heart’s voice..

Mencari data untuk aku olah menjadi sebuah tugas adalah petualangan. Bukan apa-apa, karena isi laptopku ini seperti tong sampah, semua tercampur dan banyak sekali data-data yang tidak terpakai bahkan tidak penting pun tetap tersimpan di tempat yang tidak semestinya. Aku yang saat itu sedang melakukan pencarian data untuk mata kuliah Kompetensi dalam Kerja harus membuka file-fileku satu per satu. Ohh Gosshh, it wasting so much time!! Sampai pada suatu file video. Biasanya aku menyimpan file video lagu dan film yang aku dapat dari teman atau download di youtube pada file video ini. Aku pun tiba-tiba penasaran dan ingin sekali melihat isinya. Dan akhirnya aku putuskan untuk membuka file ini. Membaca judulnya satu persatu membuat mataku harus berada lebih dekat dengan laptop dan ini sukses membuatku jereng seketika. Sampai pada satu judul dan aku pun menghentikan pencarianku. Video Lentera jiwa by Nugie. Aku lupa kalau aku pernah menyimpan video ini. Tak berpikir lama dan sedikit mengabaikan tugas kuliahku, aku pun langsung memainkan video sexy ini. More

Blog Stats

  • 1,850 hits